Buka JFFF 2018, Anies Baswedan: Jakarta Adalah Pusat Ekspresi Budaya

SELAMA ini Jakarta dikenal sebagai kota metropolitan yang identik dengan kemacetan serta hiruk pikuk kehidupan kaum urban. Namun jika ditelisik lebih jauh, Jakarta sebetulnya memiliki potensi yang sangat besar untuk mendatangkan wisatawan dari berbagai negara.

Hal tersebut sempat diutarakan secara langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, saat menghadiri konferensi pers Jakarta Fashion & Food Festival 2018 (JFFF 2018). Ia mengatakan, Jakarta sejatinya merupakan pusat ekspresi kebudayaan yang seharusnya dapat dimaksimalkan, sehingga bisa menjadi daya tarik tersendiri di mata wisatawan.

"Jakarta itu bukan tempat mencari penghidupan, bukan tempat mencari kesejahteraan, tapi menjadi pusat ekspresi kebudayaan, terutama dari sisi kuliner dan fesyen," tutur Anies Baswedan, dalam konferensi pers Jakarta Fashion & Food Festival 2018, di Museum Nasional, Jakarta Pusat, Selasa (27/3/2018).

Lebih lanjut Anies menjelaskan, salah satu cara untuk mengembangkan potensi tersebut adalah dengan menyelenggarakan festival atau event-event khusus yang menampilkan keunikan serta keberagaman budaya Indonesia.

Oleh karena itu, ia sangat mengapresiasi acara Jakarta Food & Festival 2018 yang akan digelar mulai tanggal 5 April - 6 Mei di Summarecon Kelapa Gading, Jakarta Utara.

"Saya harap acara ini bukan hanya sekadar event tahunan, tapi bisa diakumulasi hingga menjadi lebih besar dan dikenal masyarakat luas, termasuk dunia internasional. Apalagi sekarang Jakarta menjadi tuan rumah ASEAN Games 2018. Kami di Pemprov sedang membuat rancangan agar siapapun yg datang pulang dengan kesan yg membanggakan," imbuhnya.

Berbicara soal Jakarta Fashion & Food Festival 2018, tahun ini acara tersebut akan memboyong sederet perancang busana berbakat Indonesia, antara lain Albert Yanuar, Yosafat Dwi Kurniawan, Mel Ahyar, Eddy Betty, dan masih banyak lagi. Mereka akan menampilkan koleksi terbaik sesuai dengan keunikan dan ciri khasnya masing-masing.

Food festival pun tidak ketinggalan meramaikan acara yang telah memasuki tahun ke-15nya itu. Para pengunjung nantinya dapat menyambangi Food Festival Kampoeng Tempo Doeloe (KTD) yang menyuguhkan beragam kuliner Nusantara.

Namun untuk tahun ini, KTD akan mengusung tema "Soto Nusantara" sebagai bentuk dukungan kepada BEKRAF dalam mempromosikan Soto "A Spoonful of Indonesian Warmth" ke dunia. Sebagap langkah pertama, pihak penyelenggara telah melakukan kurasi soto di beberapa wilayah Indonesia, serta dilanjutkan dengan Kompetisi Soto Indonesia.

Chairman JFFF Soegianto Nagari mengatakan, untuk ke-15 kalinya JFFF masih konsisten dengan visi mengangkat citra, harkat, dan martabat bangsa Indonesia di kancah internasional melalui sektor industri kreatif berbasia budaya.

"Kehadiran festival ini telah menjadi sebuah program yang konsisten untuk terus melestarikan serta mengembangkan nilai budaya dan kekuatan perekonomian Indonesia melalui industri mode dan kuliner yang berbasis budaya. JFFF bahkan berhasil masuk dalam 100 Calendar of Event berskala internasional yang dikeluarkan oleh Kementerian Pariwisata," tukasnya.


Oleh: Dimas Andhika Fikri